Popular Post

Archive for Juli 2014

CSCW dan UBIQUITOS COMPUTING

By : dini safitri
CSCW itu singkatan dari Computer Supported Cooperative Work merupakan sebuah bentuk yang menggabungkan pemahaman bagaimana cara bekerjasama dalam grup menggunakan teknologi computer networking dalam kesatuan hardware,software, service dan teknik. CSCW dan teknologi groupware mengizinkan individu-individu berinteraksi satu sama lain yang terletak pada tempat yang sama maupun berbeda dengan menggunakan komputer (jaringan) melalui media suara , data dan gambar (video) yang di lakukan sinkron maupaun asinkron

 CSCW
 
CSCW adalah suatu cara untuk merancang suatu sistem yang digunakan untuk membantu pekerjaan sebagai suatu grup dan bagaimana memahami dampak suatu teknologi pada pola pekerjaan mereka
CCSCW digunakan pertama kali oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984, pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka

Contoh yang digunakan pada CSCW adalah:
  1. kolaborasi ilmuwan yang berkerja sama pada suatu proyek
  2. pengarang mengedit suatu dokumen bersama-sama
  3. memprogram suatu sistem secara bersamaan
CSCW memiliki tujuan yaitu:
Mempelajari bagaimana orang bekerja sama sebagai kelompok dan apa yang mempengaruhi teknologi
Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan

CSCW seringkali diasumsikan sebagai aspek yang dihasilkan dari sebuah groupware. CSCW lebih berorientasi kepada evaluasi terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses interaksi antar manusia dalam sekelompok pengguna. Interaksi tersebut antara lain:


komunikasi yang normal antar manusia
1. Komunikasi face-to-face
2. Percakapan
3.komunikasi berbasis teks



Komunikasi Face To Face
Pada komunikasi face to face Tidak hanya meliputi bicara dan pendengaran, tapi juga menggunakan bahasa tubuh dan tatapan mata.
• Personal Space
• Kontak dan tatapan mata
• Gerak isyarat dan bahasa tubuh
• Back channel
• Turn-taking



Percakapan
Terdapat dua prinsip ucapan antara lain:
• relevan artinya bahwa suatu ucapan harus sesuai dengan topik tertentu
• helpful artinya suatu ucapan harus dapat dimengerti oleh pendengar dan tidak ada ambigu dari pemahaman pendengar



Komunikasi Berbasis Teks
Ada 4 tipe komunikasi tekstual dalam groupware:
• discrete; pesan langsung seperti dalam email
• linear; pesan partisipan ditambahkan pada akhir dari catatan tunggal
• non-linear; saat pesan dihubungkan ke yang lainnya dalam model hypertext
• spatial; dimana pesan diatur dalam permukaan dua dimensi



Kerja Kelompok
Perilaku kelompok lebih kompleks terutama apabila kita memperhatikan hubungan sosial yang dinamis selama bekerja dalam kelompok.
• Dinamika kelompok
• Layout Fisik
• Kognisi Terdistribusi



 



Beberapa fenomena yang mempengaruhi penggunaan computer-mediated communication:



1. Personal space



·         Dalam komunikasi face-to-face, setiap orang cenderung mempertahankan jarak tertentu dengan lawan bicaranya.



·         Konsep personal space berbeda untuk setiap negara/budaya


        Masalah personal space dapat timbul apabila percakapan dilakukan melalui video links.



2. Kontak dan tatapan mata



·         Dalam berkomunikasi, kontak mata memberikan beberapa petunjuk, a.l. perasaan tertarik/bosan, otoritas/power, kehadiran sosial, dll.



·         Video-tunnel memungkinkan kontak mata bahkan seluruh ekspresi wajah.



3. Gerak isyarat dan bahasa tubuh



·         Dalam berkomunikasi, kita menggunakan tangan (gerak isyarat) untuk menunjuk sesuatu.



·         Beberapa groupware system mencoba mengatasi hal tersebut dengan menggunakan group pointer.



·         Banyak computer-supported meeting room menempatkan monitor pada meja sehingga para peserta dapat saling melihat dengan jelas.



4.  Back channel



·         Response dari pendengar berupa gerakan tubuh disebut back channel.



·         Dengan adanya back channel, pembicara merasa bahwa pendengar cukup memahami pembicaraan.



·         Beberapa masalah berkaitan dengan back channel yang mungkin timbul dalam komunikasi video, a.l.:



o    Komunikasi video cenderung banyak menyoroti kepala dan bahu, sehingga kehilangan beberapa gerak tubuh dan isyarat.



o    Layar yang besar cenderung mengurangi detail sehingga mungkin kehilangan beberapa informasi.



·         Audio links (mis. telepon) hanya memiliki verbal back channel.



·         Komunikasi berbasis teks biasanya tidak memiliki back channel.



5. Turn-taking



·         Turn-taking adalah proses dimana peran dari pembicara dan pendengar ditukar.



·         Dalam proses turn-taking, back channel biasanya merupakan bagian yang penting.



·         Terjadinya proses turn-taking, a.l. karena:



·         Pembicara menawarkan kesempatan kepada pendengar secara eksplisit, mis. mengajukan pertanyaan.



·         Pembicara memberikan gap singkat dalam pembicaraan.



o    Bentuk pemberian gap dari pembicara terutama berhubungan dengan audio channel.



o    Masalah yang cukup serius dalam kaitan dengan pemberian gap timbul dalam komunikasi jarak jauh (komunikasi berbasis satelit) karena kelambatan waktu. Akan terjadi gap sekitar 4 detik.



Percakapan



Tiga fungsi teori percakapan dalam CSCW:



1.    digunakan untuk menganalisa catatan (transkrip), mis. konferensi elektronik. Ini akan membantu memahami seberapa baik partisipan menyalin dengan komunikasi elektronik.



2.    digunakan sebagai petunjuk untuk keputusan desain. Pemahaman percakapan normal antar manusia menghindari kesalahan besar dalam perancangan media elektronik.



3.    dapat digunakan untuk mengarahkan desain, menstrukturkan sistem dengan teori.



Struktur percakapan dasar



Pada tingkat yang lebih tinggi, struktur percakapan dapat dilihat sebagai urutan giliran, biasanya pergantian di antara partisipan.



Konteks



Setiap ucapan dan fragmen dari percakapan sangat tergantung pada konteksyang digunakan untuk menghilangkan ambiguitas dari ucapan.



Ada 2 tipe konteks dalam percakapan:



1.    konteks internal, tergantung pada ucapan sebelumnya.



2.    konteks eksternal, tergantung pada lingkungan.



Breakdown



Breakdown dalam komunikasi terjadi apabila terdapat perbedaan fokus dari pembicara dan pendengar.



Breakdown ini dapat diperbaiki dengan pertanyaan atau ucapan dari pembicara/pendengar yang dapat menimbulkan fokus dialog yang sama.



Speech act theory



Merupakan suatu analisis yang detail dari struktur percakapan, biasanya digunakan untuk memberikan petunjuk dalam perancangan Coordinator, yaitu sistem email terstruktur yang komersial.



Komunikasi Berbasis Teks



·         Dalam groupware yang asynchronous (dan beberapa sistem synchronous), bentuk komunikasi langsung yang dominan adalah berbasis teks.



·         Komunikasi berbasis teks dalam sistem groupware seperti tiruan dari percakapan, sehingga terdapat beberapa masalah dalam mengadaptasi antara 2 media.



Ada 4 tipe komunikasi tekstual dalam groupware:



1.    discrete; pesan langsung seperti dalam email



2.    linear; pesan partisipan ditambahkan pada akhir dari catatan tunggal



3.    non-linear; saat pesan dihubungkan ke yang lainnya dalam model hypertext



4.    spatial; dimana pesan diatur dalam permukaan dua dimensi



Beberapa masalah yang timbul dalam komunikasi berbasis teks:



1. Back channel



·         Kehilangan back channel dan nada suara serta bahasa tubuh pembicara.



2. Grounding constraint



·         Adalah sifat dari channel dimana para pembicara berkomunikasi, meliputi:



1.    cotemporality; ucapan didengar segera setelah diucapkan



2.    simultaneity; partisipan dapat mengirim dan menerima pada waktu yang bersamaan



3.    sequence; ucapan-ucapan diurutkan



·         Dalam sistem berbasis teks, partisipan yang berbeda dapat menyusun simultaneously, tapi kurang cotemporality.



3. Turn taking



·         Tidak adanya back channel menimbulkan kesulitan bagi pendengar untuk menginterupsi percakapan (turn-taking).



4. Konteks



·         Hilangnya back channel dan kemungkinan giliran yang overlapping, menyebabkan sulitnya menentukan konteks dari ungkapan tekstual.



5. Hypertext



·         Berkurangnya langkah dari percakapan berbasis teks berarti bahwa partisipan dipaksa untuk meningkatkan granulity pesan.



·         Ini dapat diatasi dengan pesan multiplexing.


UBIQUITOS COMPUTING
 

Ubiquitous Computing (=komputasi dimana-mana) diperkenalkan pertama kali oleh Mark Weiser pada tahun 1988 selagi menjabat sebagai Chief Technologist di Xerox Palo Alto Research Center (PARC). Mark menulis beberapa kajian awal mengenai subjek tersebut, terutama penjelasan inti konsepnya.
Ubiquitous Computing disebut sebagai gelombang ketiga dalam komputasi. Yang pertama adalah konsep mainframe, dimana sebuah mesin dipakai oleh banyak orang bersamaan (one computer, many people). Sekarang kita berada pada era personal computer (komputer pribadi) yaitu seseorang menggunakan masing-masing mesin yang dimilikinya (one person, one computer). Karena komputer menjadi semakin murah dan menjadi sangat lazim, selanjutnya akan datang masa Ubiquitous Computing dan menjadi era “one person, many computers”.

Mark Weiser menjelaskan Ubiquitous Computing merupakan sebuah model/konsep interaksi manusia-komputer yang paling canggih dan modern, dimana proses informasi keduanya diintegrasikan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, seseorang yang “menggunakan” Ubiquitous Computing melibatkan banyak sistem komputasi berikut device (peralatan/mesin)-nya, namun secara tidak sadar dia menggunakan peralatan tersebut dikarenakan sudah sangat membaur dengan lingkungannya. Model seperti ini adalah pengembangan dari paradigma
desktop computing.
Inti dari model Ubiquitous Computing (yang juga sering disebut Pervasive Computing) melakukan pembagian resource (sumber daya) yang ringan, tidak mahal, dalam jaringan pemrosesan handal secara bersama-sama dan terdistribusi ke dalam semua aspek kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, sebuah lingkungan Ubiquitous Computing yang menghubungkan kontrol penerangan (lampu) dan pemanas ruangan dengan alat yang dipasang pada pakaian kita sehingga kondisi penerangan dan suhu ruangan dapat dimodulasi secara terus-menerus dan tak kentara. Sistem tersebut seharusnya “hilang” dari pandangan dan diluar alam sadar kita. Salah satu sistem Ubiquitous pertama adalah “Live Wire” milik Natalie Jeremijenko. Merupakan sebuah tali yag dipasangkan ke sebuah stepper motor dan dikendalikan melalui koneksi LAN yang menyebabkan tali tersentak/menegang sesuai kondisi dan traffic jaringan.
Ubiquitous Computing memberikan tantangan kepada cabang ilmu komputer : dalam pendesainan dan pemodelan sistem, dan dalam hal user interface. Model interaksi manusia-komputer yang sudah jadul seperti command-line (text-based), menu-driven, atau yang berbasis GUI tidak cocok dan tidak mencukupi untuk masalah Ubiquitous Computing. Interaksi “alami” yang dibutuhkan harus segera dimunculkan, meskipun banyak model yang sudah mendekati interaksi seperti itu seperti contohnya telepon selular, digital audio player, GPS, dan interactive whiteboard.


- Copyright © Dini Safitri (Interaksi Manusia dan Komputer) - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -